Sunday, March 24, 2019

Air Terjun Lano, Wisata Tabalong

      Hai guys, kali ini saya akan membuat artikel tentang Air Terjun Lano, ada yang pernah ke kabupaten Tabalong?

     Mendengar kata Tabalong, pasti banyak orang memikirkan salah satu daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia. Tabalong dikenal dengan tambang batubaranya dan dikenal memiliki obor atau api abadi yang tidak pernah padam (lambang kabupaten Tabalong adalah tugu Obor). Selain itu, Kab. Tabalong memiliki ragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Air Terjun Lano. Dinamakan Air Terjun Lano karena air terjunnya terletak di desa Lano, Kec. Jaro, Kab. Tabalong. Desa Lano letaknya berdekatan dengan perbatasan Kalsel-Kaltim, sehingga untuk ke tempat wisata tersebut melintasi jalan Trans Kalsel-Kaltim menuju ke arah Kalimantan Timur.

      Akses menuju Air Terjun Lano cukup mudah, dapat menggunakan mobil atau kendaraan. Saya sarankan untuk naik mobil atau kendaraan pribadi, karena dari Tanjung ke Kec. Jaro jarang ada mobil taksi (angkotan umum). Selain itu, saya tidak menyarankan melewatinya malam hari karena jalan Trans Kalsel-Kaltim itu sepi. Untuk travelling dari luar Kalimantan Selatan (dari bandara Syamsudinnor Noor, Banjarbaru), kamu bisa mengikuti mobil taksi ke arah Amuntai atau Tanjung (Jl. Ahmad Yani). Dari Banjarbaru ke Amuntai sekitar 200 Km (4-5 jam, tergantung kecepatan). Sesampainya di Amuntai, anda ikuti arah ke Tanjung (Tanjung merupakan Ibukota Kab. Tabalong). Setelah itu, baru ke arah Muara Uya dan jalan terus hingga sampai di kec. Jaro melewati jalan Trans Kalsel-Kaltim. Dari Amuntai ke Kec. Jaro sekitar 102 Km (2-4 jam, tergantung kecepatan). Anda juga bisa melihat petunjuk jalan menggunakan google maps.





     Sesampainya di Desa Lano, anda akan melihat spanduk yang bertuliskan informasi mengenai keberadaan Air Terjun Lano dan di situ jugalah tempat parkir. Biaya parkir motor sebesar Rp 5.000 per buah & biaya masuk Rp 10.000 per orang.

     Setelah membayar biaya parkir dan biaya masuk, kita berjalan kaki sekitar 5 m. Disana terdapat danau kecil dan tempat orang berjualan (warung).

     Kemudian anda akan berjalan kaki dengan jalan setapak sekitar 800 m untuk menuju lokasi air terjun. Jalan tersebut sudah diberi kerikil sehingga tidak licin, adanya jembatan kecil (penyeberangan), dan tidak ada tanjakan yang terlalu tinggi. Perjalanannya tidak akan tersa lelah karena anda disuguhi pemandangan yang indah, seperti adanya anak sungai kecil, hijaunya dedaunan, tumbuhan yang menjulang tinggi, vegetasi yang beraneka ragam, lebatnya hutan tropis dan aroma hutan tropis yang khas. Selain itu, terdapat posko-posko untuk beristirahat dan toilet umum.  
     Setelah sampai di lokasi air terjun, akan dapat santai dan berfoto-foto untuk mengabadikan momen indah anda. Air Terjun Lano memiliki tinggi sekitar 10 m, airnya jernih , air akan terjun bebas dari ketinggian membelah bebatuan, dan menciptakan riak putih seperti susu. Air Terjun Lano diapit oleh rimbunnya pepohonan sehingga udara di sekitar air terjun terasa lembab dan basah.



Selain itu, ada yang unik dari Air Terjun Lano yaitu sekitar jam 2’an sore terdapat cahaya seperti pelangi. Jadi, tidak lupa saya abadikan momen-momen indah ini.


Referensi:
·       https://haruai-wirang.blogspot.com/2017/01/objek-wisata-alam-air-terjun-lano-di-Tabalong.html








No comments:

Post a Comment